Sebab Perjalanan Adalah Teman

28

Dalam perjalanan tak butuh kepura-puraan. Hanya butuh ketulusan. Ketulusanlah yang membuat hati yang keras menjadi lembut, Ketulusanlah yang membuat kejahatan menjadi kebaikan, ketulusanlah yang membuat kekalahan menjadi kemenangan, ketulusanlah yang membuat permusuhan menjadi persahabatan.

Inilah hikmah dalam setiap perjalanan. Dari sebuah perjalananlah kita belajar banyak hal. Belajar bagaimana bersabar, belajar bagaimana memahami orang lain, belajar bagaimana mengalah untuk kebaikan, belajar mendengarkan walau kita ingin didengar, belajar menerima walau kita tak suka, belajar ikhlas walaupun sakit.

Aku sangat beruntung memiliki teman perjalanan  seperti kalian. Sahabat-sahabat terbaik yang pernah ada dalam perjalananku. Mengisi potongan puzzle yang tersusun satu-persatu.  Bersama mencari jati diri, mengisi waktu di sela-sela kuliah dan aktivitas organisasi yang melelahkan dengan diskusi tentang makna hidup, kehidupan, perjalanan panjang, masa depan, dan mungkin sepersekiannya bincangkan tentang jodoh. Ah… Kita selalu saja membahas sesuatu yang membuat kita berpusing-pusing ria, membuat kita berdebat panjang sampai tengah malam, menyisakan ego yang kadang sulit diruntuhkan.

Mengenal kalian adalah anugerah terindah dalam hidupku, nikmat yang tak pernah bisa ditukar oleh apapun.

Melalui kalian, Allah ajarkan banyak hal padaku, hingga menuntun hati kita hijrah bersama kebaikan di jalan-Nya. Semoga kita dikumpulkan bersama di jannah-Nya.

Karena, tidak ada kebahagiaan yang lebih membahagiakan selain hijrahnya seseorang menuju kebaikan dan syariat-Nya.

Yakinlah sahabat, di mana pun kita berada saat ini, berbuat baiklah. Karena kebaikanlah yang akan membawa kita untuk selalu berada di Jalan-Nya.

Perjalanan kita adalah pencarian Menuju Jalan terbaik-Nya. Jangan pernah lelah untuk selalu berbuat baik, saling menasihati dalam kebaikan serta mencegah dari kemungkaran.

Walaupun kita jarang bertemu, bertatap wajah penuh rindu. Namun, kita masih punya ruang-ruang doa disepertiga akhir malam-Nya.

Biarkan langit senja menjadi saksi dari perjalanan panjang kita. Sebab perjalanan adalah teman.

Dan kalian adalah teman terbaik yang pernah ada dan mengisi potongan puzzle hidupku. Jazakillahu khairan telah menjadi bagian dari potongan puzzle itu. Semoga Allah jaga keistiqomahan, persaudaraan dan persahabatan kita hingga Jannah-Nya. Aamiin.

Suatu Malam, di perjalanan Syawal 1437 H

Advertisements

About diahazzahrayan

Biarlah yang besar itu karyamu, bukan dirimu. Biarlah yang tinggi itu capaianmu, bukan hatimu_ Salim A Fillah
This entry was posted in Renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s