Karena Merelakan Bukan Berarti Berhenti Mendoa

belajar-merelakan

Bagaimana jika pada kenyataannya, keduanya masih sama-sama berharap dalam pinta doa? Apakah jawaban merelakan itu artinya berhenti meminta dalam doa?

Karena merelakan bukan berarti berhenti mendoa dan berharap…

Itulah, mengapa dalam setiap doa selalu ada harap…

Hanya karena keterbatasan kita menjangkau rasa dalam hati itu…

“Atau sebenarnya penghalang yg hadir adalah ujian Allah, sebenarnya Allah ingin kita berjuang lebih keras lagi dalam meminta pada-Nya agar penghalang itu menjadi ujian ketangguhan.” 

Intinya…

Jangan pernah meminta orang lain untuk merelakan.

Tanpa diminta pun sesungguhnya ia sedang belajar merelakan…

Atau mungkin, ia sedang berusaha mengetuk pintu takdir Allah…

Kita tidak pernah tahu…

*Jangan memaksa orang lain untuk merelakan kita pergi, atau memaksa orang lain untuk menghapus segala kenangannya tentang kita. Karena itu bukanlah wilayah kita…

Yang terpenting adalah, teruslah berbuat baik pada siapapun, kapanpun dan di manapun…

Advertisements

About diahazzahrayan

Biarlah yang besar itu karyamu, bukan dirimu. Biarlah yang tinggi itu capaianmu, bukan hatimu_ Salim A Fillah
This entry was posted in Rasa dalam kata and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s