​Kacamata Keterbatasan 

Benar, mata kita yang terbatas untuk melihat lebih jauh dan lebih dalam pada setiap kejadian.

Lebih banyak menerka kemudian merasa…

Padahal, kita hanya diminta untuk lakukan yang terbaik, ikhtiar terbaik, doa terbaik, ibadah terbaik, berjuang terbaik, bahkan kematian pun harus dipersiapkan terbaik.

Puncaknya penilaian hanya Hak-Nya semata.

Mengapa kita sibuk melirihkan setiap peristiwa dalam kacamata keterbatasan kita?

Sibuk mengolah itu menjadi terka yang akan menguras segala rasa bahkan hingga tumpahkan air mata.

Biarkan saja, kita ikuti skenario terbaik-Nya. Yakinlah, Allah akan siapkan yang terbaik untuk semua hal yang telah dilakukan dengan segala macam perlakuan dan penghayatan terbaik.

“Sejatinya, Allah tidak pernah ingkar janji. Allah akan berikan yang terbaik untukmu, hingga dipenghujung waktumu, bahkan bersama raih surga dan ridho tertinggi-Nya. Semoga…”

Suatu Malam, 2 Rajab 1438 Hijriyah

dalam sebuah ruang Binar Cahaya Terang

Advertisements

About diahazzahrayan

Biarlah yang besar itu karyamu, bukan dirimu. Biarlah yang tinggi itu capaianmu, bukan hatimu_ Salim A Fillah
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s