Islam dan Masa Kejayaan Itu…

Islam dan Masa Kejayaan Itu

Islam bukanlah semata-mata suatu agama, tapi suatu pandangan hidup yang meliputi soal-soal politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Islam itu ialah sumber segala perjuangan atau revolusi itu sendiri, sumber dari penentangan setiap macam penjajahan; eksploitasi manusia atas manusia; pemberantasan kebodohan, kejahilan, pendewaan dan juga sumber pemberantasan kemelaratan dan kemiskinan. Islam tidak memisahkan antara keagamaan dan kenegaraan.  Nasionalisme hanyalah suatu langkah, suatu alat yang sudah semestinya di dalam menuju kesatuan besar, persaudaraan manusia dibawah lindungan dan keridhaan Ilahi. Sebab itu, Islam itu adalah primer.

 

Inilah patokan ajaran Islam:

1. Agama Islam menghormati akal manusia dan mendudukkan akal itu pada tempat yang terhormat serta agar manusia menggunakan akalnya untuk melakukan penelitian tentang keadaan alam.

2. Agama Islam mewajibkan pemeluknya (laki-laki maupun perempuan) menuntut ilmu.

“Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat”. (Hadits Nabi)

3. Agama Islam melarang taklid (buta), menerima sesuatu sebelum diperiksa, walaupun datangnya dari kalangan sebangsa dan seagama atau dari ibu bapak dan nenek moyang sekalipun.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)

4. Agama Islam menyuruh memeriksa kebenaran, walaupun datangnya dari kaum yang berlainan bangsa dan kepercayaan.

5. Agama Islam memerintahkan pemeluknya pergi meninggalkan kampung halaman berjalan ke negeri lain, menyambung silaturahim dengan bangsa dan golongan lain, saling bertukar rasa dan pemandangan.

Wajib atas tiap-tiap muslimin yang kuasa, pergi sekurangnya sekali seumur hidupnya mengerjakan haji.

Pada saat itu terdapatlah pertemuan yang karib antara segenap bangsa dan golongan diatas dunia ini. Keadaan itu menimbulkan hubungan persaudaraan dan hubungan kebudayaan (akulturasi) yang sangat penting artinya untuk kemajuan tiap-tiap bangsa.

Telah ada suatu masa, yang negeri-negeri Islam menjadi pusat kebudayaan, menjadi sentral perhatian dunia. Kalau Mekah menjadi pusatnya ibadah, tempat kaum Muslimin naik haji menunaikan rukun Islam mereka, maka Bagdad pernah jadi pusat ilmu pengetahuan, tempat ulama-ulama berkumpul dari segenap penjuru untuk menambah ilmu pengetahuan mereka, yang akan mereka tebarkan di negeri mereka masing-masing.

Ibadah dan pengetahuan, keduanya sangat penting dalam Islam, keduanya dijunjung tinggi dan diamalkan oleh kaum Muslimin dengan ikhlas, terjauh dari ria dan takabur. Sesungguhnya mereka inilah yang menang.

Kapan kembalinya masa kejayaan itu, wahai pemuda Islam?

 

Natsir dalam Capita Selecta 1.

Advertisements

About diahazzahrayan

Biarlah yang besar itu karyamu, bukan dirimu. Biarlah yang tinggi itu capaianmu, bukan hatimu_ Salim A Fillah
This entry was posted in Hikmah "Buku" and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s