Ma Fii Qolbi Ghoirullah

50

 

Allah Maha Baik…

Mengajarkan dirimu lewat pengalaman orang lain

Mendengarkan cerita mereka semakin membuat sadar, bahwa kemaksiatan itu begitu mudahnya menggoda setiap orang

Menghancurkan benteng pertahanan iman

Kemudian membuatmu terjatuh sejatuh-jatuhnya dirimu

Na’udzubillah…

 

Jadi, jangan mudah berlemah-lemah kawan…

Jangan biarkan hatimu disibukkan dengan hal sia-sia

Kelola dengan bijak setiap rasa yang hadir dalam hatimu…

Karena sejatinya tidak ada rasa yang abadi dalam hidup ini

Kecuali rasa cinta seorang hamba pada Rabb-nya, dan

Rasa cinta Rabb Yang Maha Kasih pada hamba-Nya. 

 

Jaga dirimu, jaga hatimu, dan jaga cintamu

Hanya untuk-Nya.

Karena sebenar-benarnya cinta, hanyalah Dari dan Untuk-Nya.

 

Ma fii qolbi ghoirullah

Tiada dihatiku selain Allah.

 

Siang 8 syawal 1438 hijriyah

Ruang pendar cahaya

 

Posted in Rasa dalam kata | Tagged , , | Leave a comment

​Jangan Pernah Ragu 


Bukan aku tak percaya takdir-Nya. Bukan pula karena aku takut akan ketentuan-Nya. Aku hanya… Sedang berusaha meyakinkan diri, bahwa setiap hal yang terjadi dalam hidup ini adalah ketentuan terbaik yang sudah Allah tetapkan. 

Agar, kita semakin paham tentang syukur, tentang sabar, tentang ikhtiar, tentang tawakal, tentang doa, dan tentang mencintai-Nya dengan utuh.

Agar kita paham, bahwa hanya Allah lah yang seharusnya selalu ada di hati kita, mencintai-Nya dengan sempurna.

Sudah berapa banyak kau mengecewakan-Nya? Padahal, Allah Yang Maha Kasih tak pernah sekalipun mengecewakanmu. Ia tahu yang terbaik untukmu. Ia tahu apa yang kau butuhkan, Ia tahu jalan hidupmu…

Jangan pernah ragu sedikitpun Pada-Nya. Karena Allah sebaik-baik perencana…

Bismillah…
1 Syawal 1438 Hijriyah

Terdengar tetes air hujan
Semoga Allah ijabah doa dan harapan yang menunggu Muara pengabulan…

Posted in Rasa dalam kata | Tagged , , , | 3 Comments

​Karena Allah Sungguh Mencintai Kita

Mudah sekali bagi Allah membolak balikkan hati setiap hamba. Menguji kesungguhan kita. Menguji seberapa kuat keyakinan kita. Menguji seberapa kuat rasa percaya kita Pada-Nya. Menguji rasa cinta kita Pada-Nya.

Benar, bukan karena Allah tak cinta kemudian memberikan kita begitu banyak ujian. Tapi karena Allah sungguh mencintai kita. Menguji berulang kali, memastikan bahwa hanya Allah lah yang akan menjadi nomor satu dalam segala hal di hidup kita.

Maka, ketika seseorang mengatakan Ia telah beriman, Allah berikan ujian sebagai pembuktian apakah yang dikatakannya benar? Karena, kata-kata saja tak cukup memberikan banyak bukti tentang kecintaan kita Pada-Nya.

Sungguh, ketika Allah mencintai hamba-Nya. Ia yang akan menjadi mata, tangan, kaki, telinga dan semua indera kita dalam memutuskan dan bertindak dalam hidup ini. Mengarahkan semua keputusan kita hanya pada sesuatu yang di Ridho-Nya. Namun, jika rasa cinta Allah telah hilang dari seorang hamba. Maka, Allah akan cabut rasa tenang dan tentram itu dari dalam jiwa dan qalbunya. Na’udzubillah…

Itulah mengapa, jika harus memilih, aku lebih memilih menangis Dihadapan-Nya dibandingkan tertawa bersama kemaksiatan yang bisa menjatuhkan seorang hamba sejatuh-jatuhnya. Kecuali Ia segera bertaubat atas kesalahannya.

Semoga tidak pernah bosan bermuhasabah. Mengingat dekatnya kematian adalah cara terbaik, agar kita sadar, bahwa waktu kita hanya sebentar. Menangislah ketika di ruang-ruang-Nya, saat orang lain lebih bangga dengan tawa bersama fatamorgana.

Malam 5 Ramadhan 1438 Hijriyah
Di sebuah ruang kaca

 

Posted in Renungan | Tagged , , | Leave a comment

Ramadhan, ​Bulan Terbaik

 

ramadhan bulan terbaik

Bulan yang penuh kedamaian akan segera tiba…
Bulan yang penuh ampunan, keberkahan dan kemuliaan di dalamnya.

Bulan yang mengajarkan kita untuk beribadah terbaik karena balasan yang terbaik akan Allah siapkan untuk ibadah yang dilakukan dengan terbaik pula…

Bulan yang penuh dengan keindahan…

Masjid-masjid penuh setiap malam.

Ifthar jama’i, shalat tarawih, tilawah, i’tikaf, sahur hingga subuh berjamaah…

Dan yang terpenting adalah, kita punya kesempatan luas untuk berbagi pada sesama…

Bulan yang membuat kita rindu… Karena ketenangan dan kemenangannya yang mengagumkan…

Bulan yang membuat kita sedih, saat perlahan mulai meninggalkan kita…

Yang terpenting adalah…

Siapkan pertemuan dengan bulan terbaik…

Siapkan target terbaik yang ingin kita capai…

Siapkan capaian untuk tabungan akhirat kita…

Sebelum terlambat…

Sebelum bulan terbaik pergi meninggalkan kita perlahan, atau kita yang pergi meninggalkan bulan terbaik dan dunia dengan segala isinya, selamanya…
Bismillah… Semoga Allah pertemukan dan sampaikan kita pada bulan terbaik, Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi. Aamiin ya Rabb…
Suatu Malam, 20 Sya’ban 1438 Hijriyah

Ruang Pendar cahaya

Posted in Renungan | Tagged , , | Leave a comment

Menikah

menikah

menikah

Biarkan cita-citamu hadir bersama Ia yang akan membimbing langkahmu

Bagiku, menikah bukan hanya sekadar melaksanakan sunnah Rasul semata.

Kemudian hidup bersama orang yang mencintai kita, atau orang yang kita cintai, atau hidup bersama dan saling mencintai hingga senja menutup mata.
Bagiku, menikah adalah memperjuangkan cita-cita bersama.

Bagiku, menikah adalah berjalan atau berlari bersama menuju-Nya.

Bagiku, menikah adalah menyatukan segala cita dan cinta untuk dapatkan Surga-Nya.

Aku ingin, saat kebersamaan denganmu adalah perjuangan untuk Kejayaan Islam.

Saat aku dan kamu menjadi kita. Kemudian melahirkan anak-anak yang akan kita didik dan bina untuk menjadi Mujahid mujahidah dakwah.

Menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini.

Semoga…
Tak apa kan, jika cita-citaku ini terdengar absurd.

Tapi, aku ingin menggapai ini bersamamu.

Semoga, kamu juga sedang berjuang menjadi imam yang baik bagiku dan bagi anak-anakmu, kelak…

Yang mengasihi dan mencintai dengan sempurna, seperti kasih seorang ayah pada anak perempuannya. Atau cinta seorang ibu pada anak laki-lakinya. Dan keduanya adalah kesatuan yang tak pernah bisa dipisahkan…

*saat nama (kamu) masih dirahasiakan Allah di Lauh Mahfudz
Malam,  18 Sya’ban 1438 Hijriyah

Ruang pendar cahaya

Posted in Rasa dalam kata | Tagged , , | Leave a comment

Ikhlaskan…


Karena kau tak tahu apa-apa tentang takdir-Nya. Mungkin kau kira apa pun yang kau inginkan adalah yang terbaik untukmu. Tapi nyatanya, Allah yang lebih tahu tentang hidupmu.

Ia punya cara terbaik untuk membuatmu menjadi hamba yang terus belajar untuk sabar dan ikhlas.

Jadi, jangan pernah bersedih. Tetaplah semangat dan ceria hadapi setiap kejutan takdir yang Allah sudah tuliskan untukmu.

Maka, saatnya kau lepaskan semuanya. Mengalirlah sesuai Arah-Nya. Kau akan paham setelah kau lewati semuanya… 

Bismillah…

Posted in Rasa dalam kata | Leave a comment

​Hanya Untuk-Nya 

Hujan malam ini cukup membuat hati kembali bergetar. Lagi-lagi air bening di sudut mata tak bisa lagi dibendung. Berlomba dengan titik air hujan dari langit.

Selalu saja begitu. Saat hujan adalah irama hati yang kadang mudah sekali melirih. Bukan hanya dalam pinta, namun juga air mata.

Berlari di tengah hujan atau menepi di sudut kota reruntuhan yang rapuh? Aku lebih memilih berlari di tengah hujan, tak peduli akan basah kuyup malam ini.

Karena bagiku, kita harus berjuang kan? Berjuang dengan segala upaya, pengorbanan dan pinta terbaik Pada-Nya. Hingga tak ada lagi kekuatan kita selain untuk tetap berlari, dan kita akan melihat takdir-Nya yang begitu jelas telah tertulis dalam Lauh Mahfudz menjadi kenyataan.

Dan saat itu kau akan sadari, bahwa Allah begitu amat baik padamu, sangat menyayangimu dan adil pada semua Makhluk-Nya sesuai dengan kadar keimanan dan kecintaan seorang hamba pada Rabb-Nya.

Bersyukurlah…

Terus berlari atau menepi? Intinya berjuang. Apapun, berikan dan jadilah yang terbaik, bukan untuk siapa-siapa. Tapi, hanya Untuk-Nya…

Renungan di Kala Hujan

Malam 1 Sya’ban 1438 Hijriyah

Posted in Renungan | Tagged , , , , , | Leave a comment